Langsung ke konten utama

2024

Selamat tinggal, 2023. Aku di sini, menulis sambil mencoba mengingat kembali hal yang terjadi. Tahun yang cukup melelahkan yang dipenuhi dengan canda tawa dan air mata. Bertemu dengan orang-orang baru, yang beberapa dari mereka telah menjadi cukup dekat denganku. Beberapa kali melakukan perjalanan ke negara-negara tetangga bersama dengan orang-orang terdekat. Segala hal tersebut kini telah menjadi kenangan, yang kuharap tentunya, tidak menghilang dari pikiranku. 

 

Mengucapkan selamat datang kepada tahun yang baru, 2024, yang menurut beberapa orang, merupakan waktu untuk menjadi pribadi yang baru pula. Ada yang bertekad untuk melakukan sesuatu yang baru, dalam hal pekerjaan, kisah asmara hingga ada yang berencana untuk membuat usaha sendiri. Namun ada juga yang tetap melanjutkan rencana yang telah dibuat di tahun-tahun sebelumnya. Bagiku tahun ini adalah tahun dimana Aku akan mengambil langkah besar dalam hidup, yang mungkin tidak dimengerti sebagian orang. Tahun yang kuharap terjadi banyak perubahan baik dalam kehidupanku. Tahun yang kuharap menjadi tahun yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

 

Merayakan tahun baru belum terasa lengkap apabila belum membuat rencana dan harapan yang ingin dicapai dalam tahun itu, yang tentu akan dilakukan kebanyakan orang, termasuk Aku. Menghabiskan beberapa jam untuk menulis rencana dan harapan di ponselku sambil duduk di pojok salah satu café di Jepang dengan ditemani dinginnya minuman favoritku, latte, yang tidak akan kuungkapkan dalam tulisan ini tentunya.

 

Namun ada juga beberapa orang yang tidak berpikir sedetikpun untuk membuat rencana ataupun harapan di tahun yang baru. Mereka hanya ingin hidup seperti air, yang menurutku bukanlah hal yang salah. Mereka hanya ingin melakukan yang terbaik untuk segala hal. Ada juga orang yang berpikir bahwa membuat rencana dan harapan di tahun baru merupakan hal yang sia-sia, hanya mengikuti tren, membuat sesuatu yang tidak akan dilakukan dan berakhir dilupakan. Apapun pandangan terkait hal ini, hanya ada satu hal yang pasti, tidak ada kata salah terhadap pandangan-pandangan ini.

 

Kuharap di tahun baru ini, siapapun yang membaca tumpahan kata-kata yang kubuat ini, menjadi tahun yang tidak akan terlupakan, dalam hal yang positif tentunya. Selalu ingat bahwa apapun yang terjadi hingga saat ini, yang baik maupun yang buruk, merupakan sebuah proses yang dirancang agar kita semakin terbentuk menjadi seseorang yang kuat bagaikan berlian, yang menjadi batu mineral yang nyaris tidak bisa ditembus di dunia saat ini. Bukan kepala yang keras tentunya, namun mental yang kumaksud. 

 

"As the old year bows out, may the new one unveil a symphony of joy, resilience, and hopeful melodies—a poetic dance of endless possibilities."

Komentar

  1. Happy new year, semoga harapan kita semua tercapai ditahun ini dan selalu disertai kebahagiaan!❤️

    BalasHapus
  2. Semoga bahagia selalu yg nulis dan makin sering update.

    BalasHapus
  3. Haloo , tetap semangat ya
    We always support you 🩷🩷

    BalasHapus
  4. Semangattt dd kicik. Akulah air itu.😅😅😅

    BalasHapus
  5. Semangat terus ya si blogger lucu ini! sering update juga ya

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fake

Aku kembali, setelah lebih dari setahun aku tidak menulis. Duduk dengan pakaian yang cukup rapi, yang telah Aku prediksi sebelumnya, akan menjadi pakaian sehari-hariku dalam beberapa tahun ke depan. Deringan telefon dan hembusan angin AC telah menjadi makanan telingaku untuk beberapa bulan terakhir.    Aku, telah menjadi seseorang yang sedikit berbeda dari sebelumnya. Pikiran-pikiran yang muncul dan hal-hal yang dihadapi pun berbeda. Aku tetaplah aku, seseorang yang selalu menyimpan segala sesuatu di dalam pikiran. Aku telah masuk ke sebuah lingkungan yang baru, disertai dengan orang-orang yang baru pula. Mulai mengetahui kehidupan yang sebenarnya. Aku mulai menelaah kebiasaan orang-orang yang baru, yang ada di sekitarku. Ada beberapa yang benar-benar sesuai dengan prinsip hidupku, ada pula yang tidak. Aku tidak membenci atau menyalahkan mereka, dan tidak pernah terlintas dalam pikiranku untuk menuntut mereka menjadi seseorang yang Aku inginkan.    Aku, telah terpecah menjadi beberapa

Adil

Adil. Bahagia. Mereka. Tenang. Bersyukur. Beberapa kata yang sering muncul dalam pikiranku akhir-akhir ini. Terlalu sibuk dengan hal yang sudah menjadi kewajibanku sebagai seorang pekerja hingga tak lagi memiliki waktu untuk memikirkan kehidupan. Mencoba untuk terlihat baik-baik saja, walau pikiran ini sudah tak lagi mampu menampung. Mungkin ada beberapa orang yang sadar akan hal itu, tetapi Aku tetap mencoba untuk terlihat baik-baik saja.   Apakah kehidupan ini adil? Ada beberapa temanku yang berkata kehidupan ini adil, ada yang berkata tidak, ada pula yang tidak pernah berpikir akan hal ini, dengan segala cerita dibalik itu semua. Hampir mereka semua, termasuk Aku (di masa lalu), menilai keadilan hidup ini dengan membandingkan kehidupan yang dilukis orang lain. Dengan teman dekat, keluarga, tetangga, rekan kerja, penemu mobil listrik, bahkan burung-burung tanpa dosa yang terbang bebas di langit sore hari.    Keadilan bagimu dan bagiku adalah hal yang tidak dapat dibandingkan, bahkan

Penyesalan - 2

Duduk di atas sofa empuk dibaluti kulit sintetis sambil menikmati pahitnya latte sembari melihat drama yang ada di dunia maya. Tidak berniat untuk menulis hari ini, tiba-tiba muncul sebuah ide yang cukup menarik diriku untuk mengeluarkan iPad untuk mengulik hal yang cukup rumit untuk dibahas karena sebenarnya, cukup sulit untuk dijelaskan melalui kata-kata.    Sekilas melihat masa lalu, seseorang yang rapuh penuh dengan kebodohan, menjadikan dunia sebagai tersangka atas hal buruk yang terjadi di masa lalu. Tidak pernah terpikir sudah hampir 16 tahun telah berlalu, hidup dalam rasa bersalah, yang tidak akan pernah dapat kuperbaiki. Rasa bersalah terhadap seseorang yang sangat berharga di masa kecilku, yang cukup cepat untuk pergi, di saat Aku sangat membutuhkannya. Papa, orang penuh humor yang selalu membawa canda tawa di setiap pertemuan.   Penyesalan yang tidak akan pernah dapat kuperbaiki, penyesalan yang akan selalu ku ingat sampai akhir hidup. Rasa bersalah, yang mungkin, bagi oran